Teror September 2010
Bulan ini banyak sekali terjadi kekerasan yang menghebohkan masyarakat, baik dari skala orang yang terlibat, maupun keberanian para pelaku, sehingga mengundang banyak komentar dari para pakar, dan menjadi berita utama di media.
Mari kita ingat kejadian-kejadian tersebut, dimulai Perampokan Bersenjata Bank CIMB NIAGA, Penyerangan sebuah Polsek juga di Sumatera Utara, Perampokan ATM Bank di Padang, Kerusuhan di Tarakan, Kerusuhan di PN Jakarta Selatan, Ada penyerangan Polsek di Ambon, Bom Bunuh diri di Bekasi.. Bisa kita masukkan juga Perampokan toko emas yang terjadi bulan ini juga. Sebelumnya ada kerusuhan di Buol, dimana masyarakat menyerang Kantor Polsek Buol, sampai menyerang asrama Polisi.
Kita bisa masukkan juga kehebohan Densus 88 dalam menangkap tersangka perampokan/teroris di Sumatera Utara, dan dalam mengejar perampok ATM di Padang.
Kehebohan fisik itu, disertai juga kehebohan Politik, saat MA memutuskan Jaksa Agung Hendarman Supanji dinyatakan tidak syah dan harus segera diganti. Calon yang tepat sebagai Jaksa Agung juga menjadi wacana yang cukup hangat, mengingat kondisi hukum saat ini. Pada saat bersamaan masa jabatan Kapolri akan segera berakhir, juga harus segera ada penggantinya. Banyak isu berseliweran berkaitan dengan calon-2 pengganti Kapolri, mana yang paling ideal dan diperlukan saat ini.
Pada bulan September juga, warga Jakarta digegerkan dengan patahnya jalan raya dan tenggelam, yang diduga karena penurunan permukaan tanah, dan gerusan air laut. Isu penurunan tanah ini akhirnya berkembang menjadi wacana ramalan atau kalkulasi matematis, bahwa Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050. Banyak diskusi bagaimana mencegah agar Jakarta tidak tenggelam.
Sebelumnya ada pendapat bahwa Jakarta akan macet total pada 2012 karena pertumbuhan kendaraan yang jauh lebih tinggi dari pertumbuhan jalan raya. Hal itu memunculkan wacana lama mengenai MRT, baik kereta layang monorel, maupun subway, belum lagi busway yang belum sempurna.
Sampai pada puncaknya wacana dari wacana yaitu memindahkan Ibukota Indaonesia dari Jakarta. Ada yang bilang digeser saja di daerah Jonggol, ada yang mengusulkan di Kalimantan..
Bagaimana mengatasi Teroris..? Densus 88 menaikkan anggaran 700% (berita Okezone) untuk meningkatkan kinerja.. Bagaimana dengan kasusu kerusuhan lain..?
September yang melelahkan..
Surabaya 30 September 2010
Benar memang negeri ini penuh dengan hingar bingar dan berkelanjutan, karna rakyat saat ini tdk memiliki gondelan sing waton, … tapi adanya cuman waton gondelan alais “sak kecekele”.
Suwun Mak…mugo2 sing sak kecekele kuwi apik tur kuwat…