TIDAK BISA MARAH
Berita menghebohkan, petugas Pantai Indonesia menangkap 7 nelayan Malaysia yang mencuri ikan di kawasan Riau, sebaliknya Polisi Malaysia menangkap 3 Petugas Pantai Indonesia di tempat yang sama. Selang beberapa hari, Petugas Pantai kia dibebaskan, dan pada saat yang sama nelayan malaysia dideportasi. Sepertinya telah terjadi tukar guling, Petugas Indonesia dengan Nelayan Malaysia yang dituduh mencuri.
Banyak orang melontarkan kemarahan atas kejadian tersebut, dan menganggap Pemerintah terlalu lemah dalam menangani persoalan tersebut.Bagaimana melampiaskan kemarahan yang demikian hebat, karena sebagai bangsa kita telah dilecehkan, Aparat kita ditangkap polisi Malaysia di wilayah Indonesia..? Sebagian menyalahkan Pemerintah, baik Presiden dan Menterinya, ada juga yang berdemo di depan Kedutaan Malaysia dan membakar bendera negara tersebut.
Itu peristiwa yang memicu rasa Nasionalisme Bangsa. Bagaimana dengan peristiwa di dalam negeri antara sesama warga ..? Kasus Nenek2 yang diadili gara-gara mengambil beberapa biji kakao untuk ditanam..? Seorang ibu dan beberapa anaknya yang terpaksa tinggal di bekas kandang kambing karena uangnya habis buat nyuap aparat karena suaminya dituduh terlibat sebuah kasus kriminal.
Kasus dugaan suap terhadap pejabat KPK, kasus Anggodo yang diduga menyuap petugas dan menghalangi penidikan oleh KPK, kasus rekaman pembicaraan antara petugas KPK dengan Ari Muladi tersangka penyuap. Bagaiman korban lumpur Lapindo yang sampai saat ini (3 tahun lebih) belum selesai kasusnya. Binatang koleksi Kebun Binatang Surabaya banyak yang mati, polisi tidak mengusut adakah karena sabotase atau tidak..?
Putusan Hakim (Mahkamah Konstitusi) yang hari ini dipersoalkan di Media Indonesia, karena banyak kasus Pilkada yang putusannya membingungkan warga. Bahkan sampai menimbulkan kerusuhan di beberapa daerah, karena putusan yang menurut warga setempat kurang tepat.
Persoalan-persoalan di atas memang dapat memicu kemarahan, rasa sesak di dada. Betapa ketidak adilan sudah demikian hebat, betapa keadilan bisa diatur sesuai persepsi aparat, dan selalu memenangkan pihak yang kuat baik dari segi finansial maupun dari segi kekuasaan. Bagaimana orang bisa merekayasa proses pengadilan dan merancang vonis yang menguntungkan tersangka, dengan cara membayar.. (kasus Gayus..??).
Kemarahan sebesar apapun rasanya hanya tertahan di dada.. orang jawa bilang ” mung bisa ngelus dada” (cuma bisa ngusap dada tanda prihatin).
Bulan Ramadhan tiap tahun ada, Puasa tiap tahun ada, mudah-mudahan walaupun sedikit… dapat memperbaiki akhlak kita semua, sehingga negeri ini akan menjadi lebih baik…
Surabaya, 18 Agustus 2010